HAKIKAT BIMBINGAN DAN KONSELING
MAKALAH
diajukan
untuk memenuhi tugas dari dosen MKDK
Bimbingan
dan Konseling
Disusun Oleh: Kelompok 1
Feri
Herdian (17016058)
Vina
Ovionita (17022172)
MATA KULIAH UMUM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2019
Segala puji dan syukur kami ucapkan
kepada Allah Swt. karena atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyusun makalah
yang membahas tentang “Pengertian,
Tujuan, dan Arah Pelayanan Bimbingan dan Konseling”, meskipun bentuknya
sangat jauh dari kesempurnaan, selanjutnya salawat dan salam kami kirimkan
kepada Nabi Besar Muhammad Saw sebagaimana beliau telah mengangkat derajat
manusia dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang.
Dalam penulisan makalah, kami
memberikan sejumlah materi yang terkait dengan materi yang disusun secara
langkah demi langkah, agar mudah dan cepat dipahami oleh pembaca.
Kami juga ingin mengucapkan
banyak terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Bimbingan dan Konseling
atas bimbingannya pada semester ini meskipun baru memasuki awal perkuliahan.
Kami juga mengharapkan agar makalah ini dapat dijadikan pedoman apabila,
pembaca melakukan hal yang berkaitan dengan makalah ini, karena apalah gunanya
kami membuat makalah ini apabila tidak dimanfaatkan dengan baik.
Sebagai manusia biasa tentu
kami tidak dapat langsung menyempurnakan makalah ini dengan baik, oleh karena
itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari
dosen pembimbing mau pun pembaca.
Padang, Januari 2019
Kelompok 1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
B.
Rumusan Masalah
C.
Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Bimbingn dan Konseling (BK)
B. Tujuan Bimbingan Dan Konseling (BK)
C. Arah
Pelayanan Bimbingan dan Konseling
BAB III PENUTUP
A.
Simpulan
B.
Saran
KEPUSTAKAAN
BAB I
PENDAHLUAN
A. Latar
Belakang
Sangat
banyak masalah – masalah di sekolah terutama pada siswa itu sendiri yang tidak
dapat diselesaikan dengan pengajaran oleh guru biasa di sekolah, untuk
menyelesaikan masalah pada setiap siswa di sekolah sangat di perlukan Bimbingan
dan Konseling, tapi sebelum itu agas Bimbingan dan Konseling dapat
terlaksana dengan baik, salah satu syarat yang perlu dan mutlak adalah di
kuasainya pengertian yang tepat mengenai Bimbingan dan Konseling itu oleh semua
personil sekolah yang terlibat dalam kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling.
Bimbingan
dan Konseling merupakan dua kata yang seolah – olah selalu di pakai dalam saat
yang bersamaan, sehingga sepintas lalu orang banyak menganggap keduanya
memiliki arti yang sama. Dalam hal tertentu istilah Bimbingan dan Konseling itu
dapat berarti sama, namun dalam hal tertentu pula istilah tersebut akan
mempunyai arti yang berbeda.
B. RUMUSAN
MASALAH
Dari
latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalahnya sebaga berikut:
1.
Apa
pengertian Bimbingan dan Konseling?
2.
Apa saja
tujuan Bimbingan dan Konseling?
3.
Pelayanan
apa saja yang ada dalam Bimbingan dan Konseling di sekolah?
C. Tujuan
Dapat menjelaskan keterkaitan, tujuan bimbingan dan konseling di
sekolah, serta pelayanan yang ada pada Bimbingan dan konseling kepada calon
tenaga pendidik agar tidak terjadi kesalah pahaman mengenai identifikasi
Bimbingan dan konseling yang sebenarnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Bimbingn dan Konseling (BK)
Secara
etimologis, bimbingan dan konseling terdiri atas dua kata yaitu “bimbingan”
(terjemahan dari kata “guidance”) dan “konseling” (diambil dari kata
“counseling”). Dalam praktik, bimbingan dan konseling merupakan satu kesatuan
kegiatan yang tidak terpisahkan. Keduanya merupakan bagian yang integral
(Tohirin, 2011: 15).Bimbingan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta
didik,baik secara perorangan,maupun kelompok,agar mampu mandiri dan berkembang secara
optimal dalam bidang pribadi,
sosial,belajar dan karir melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma yang
berlaku
1. Pengertian Bimbingan
a.
Frank
Parson,dalam Jones,1951,menyatakan bahwa bimbingan sebagai bantuan yang
diberikan kepada individu unutuk dapat memilih,mempersiapkan diri,dan memangku
suatu jabatan serta mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya itu.
b.
Miller
(1961) dalam Surya (1988), menyatakan bahwa bimbingan merupakan proses bantuan
terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri yang
dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum kepada sekolah
(dalam hal ini termasuk madrasah), keluarga, dan masyarakat (Tohirin, 2011:
16-17).
c.
Selanjutnya
Surya (1988) mengutip pendapat Crow & Crow (1960) menyatakan bahwa
bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang baik laki-laki maupun
perempuan yang memiliki pribadi baik dan pendidikan yang memadai, kepada
seseorang (individu) dari setiap usia untuk menolongnya mengembangkan arah
pandangannya sendiri, membuat pilihan sendiri, dan memikul bebannya sendiri
(Tohirin, 2011: 17).
d.
Djumhur
dan M. Surya memberikan batasan tentang
bimbingan, yaitu suatu proses pemberian bantuan terus menerus dan sistematis
kepada individu dalam memecahkan masalah yang di hadapinya, agar tercapai
kemampuan untuk memahami dirinya sendiri (self understanding), kemampuan untuk
menerima dirinya sendiri (self accaptance), kemampuan untuk mengarahkan diri
sendiri (self direction) dan kemampuan untuk merealisir diri sendiri
(realization), sesuai dengan potensi dan kemampuan dalam mencapai penyesuaian diri
dengan lingkungan.
e. Bimbingan
adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang,laki-laki atau perempuan,yang
memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada
individu-individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya
sendiri,mengembangakan pandangan hidupnya sendiri,membuat keputusannya sendiri
dan menanggung bebannya sendiri (crow & crow,1960)
f. Bimbingan
merupakan segala kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap
individu.(Bernard & Fullmer)
g. Bimbingan
adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam membuat pilihan-pilihan dan
penyesuaian yang bijaksana.Bantuan ini berdasarkan atas prinsip demokrasi yang
merupakan tugas dan hak setiap individu untuk memilih jalan hidupnya
sendirisejauh tidak mencamapuri hak orang lain.Kemampuan membuat pilihan
seperti itu tidak diturunkan (diwarisi),tetapi harus di
kembangkan.(Jones,Staffire & Steward,1997).
Berdasarkan
rumusan tentang bimbingan diatas ,dapat
di Kemukakan unsure-unsur pokok bimbingan sebagai berikut :
1.
Pelayanan
bimbingan merupakan suatu proses.berarti bahawa pelayanan bimbingan bukan
sesuatu yang sekali jadi ,melainkan melalui liku-liku sesuai dengan dinamika
yang terjadi dalam pelayanan in.
2.
Bimbingan
merupakan proses pemberian bantuan yang bersifat menunjang bagi pengembangan
pribadi bagi individu yang dibimbing.
3.
Bantuan
itu diberikan kepada individu,baik perseorangan maupun kelompok.Sasaran
pelayanan bimbingan adalah orang yang diberi bantuan,baik pada seorang individu
ataupun kelompok.
4.
Pemecahan
masalah dalam bimbingan dilakukan oleh dan atas kekuatan sendiri
5.
Bimbingan
dilaksanakan dengan menggunakan berbagai bahan,interaksi,nasihat,ataupun
gagasan,serta alat-alat tertentu baik yang berasal dari klien sendiri,konselor
maupun dari lingkungan.
6.
Bimbingan
tidak hanya diberikan untuk kelompok-kelompok umur tertentu saja,tetapi
meliputi semua usia,mulai dari anak-anak,remaja,sampai orang dewasa.
7.
Bimbingan
diberikan oleh orang-orang yang ahli,yaitu orang-orang yang memiliki
kepribadaian yang terpilih dan telah memperoleh pendidikan serta latihan yang
memadai dalam bidang bimbingan dan konseling.
8.
Pembimbing
tidak selayaknya memaksakan keinginan-keinginan kepada klien karena klien
mempunyai hak dan kewajiban untuk menentukan arah dan jalan hidupnya sendiri.
9.
Bimbingan
dilaksanakan sesuai deangan norma-norma yang berlaku.
2. Pengertian Konseling
a)
Pengertian
Konseling Secara Etimologi
Istilah
konseling diadopsi dari bahasa Inggris “counseling” di dalam kamus artinya
dikaitkan dengan kata “counsel” memiliki beberapa arti, yaitu nasihat (to
obtain counsel), anjuran (to give counsel), dan pembicaraan (to take counsel).
Berdasarkan arti di atas, konseling secara etimologis berarti pemberian
nasihat, anjuran, dan pembicaraan dengan bertukar pikiran (Tohirin, 2011:
21-22)
b)
Pengertian
Konseling Secara Terminologi
1.
Jones (1951) konseling adalah kegiatan di mana
semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman
siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang
bersangkutan,di mana ia diberi bantuan pribadi dan dan langsung dalam pemecahan
masalah tersebut.
2.
Division of Conseling Psychology,konseling
merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan
perkembangan dirinya,dan untuk mencapai perkembangan optimal kemampuan pribadi
yang dimilikinya,proses tersebut dapat terjadi setiap waktu.
3.
Mortensen (1964) menyatakan bahwa konseling
merupakan proses hubungan antarpribadi d mana orang yang satu membantu yang
lainnya untuk meningkatkan pemahaman dan kecakapan menemukan masalahnya
(Tohirin, 2011: 22).
4.
James Adam mengemukakan bahwa konseling adalah
suatu pertalian timbal balik antara dua orang individu di mana seorang Counselor
membantu Counsele supaya ia lebih baik memahami dirinya dalam hubungan dengan
masalah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan waktu yang akan datang.
(kutipan Djumhur dan M. Surya (1975) .
5.
Rogers (1982) mengemukakan bahwa konseling
adalah serangkaian kegiatan hubungan langsung antar individu, dengan tujuan
memberika bantuan kepadanya dalam merubah sikap dan tingkah lakunya.
6.
Mortensen dan Schmuller dalam bukunya berjudul
Guidance in today’s school (1964) mengemukakan konseling adalah suatu proses
hubungan seseorang dengan seseorang di mana yang seseorang di bantu oleh yang
lainnya untuk meningkatan pengertian dan kemampuan dalam menghadapi masalahnya.
7.
Wren dalam bukunya yang berjudul student person
al work in college, berpendapat bahwa konseling adalah pertalian pribadi yang
dinamis antara dua orang yang berusaha memecahkan masalah dengan
mempertimbangkan bersama sama, sehingga akhirnya orang yang lebih muda atau
orang yang mempunyai kesulitan yang lebih banyak di antara keduanya di bantu
oleh orang lain untuk memecahkan masalahnya berdasarkan penentuan diri sendiri.
8.
Williamson dan Foley dalam bukunya Counseling
and Dicipline mengemukakan bahwa konseling adalah suatu situasi pertemuan
langsung di mana yang seorang terlibat dalam situasi itu karena latihan dan
keterampilan yang dimilikinya atau karena mendapat kepercayaan dari yang lain,
berusaha menolong yang kedua dalam menghadapi, menjelaskan, memecahkan, dan
menanggulangi masalah penyesuaian diri.
9.
Sedangkan menurut American Personnel and
Guidance Association (APGA) mendefinisikan konseling sebagai suatu hubungan
antara seorang yang terlatih secara profesional dan individu yang memerlukan
bantuan yang berkaitan dengan kecemasan biasa atau konflik atau pengambilan
keputusan (Tohirin, 2011: 23).
10. Bernard & Fullmer,(1969) konseling meli[puti pemahaman dan hubungan
individu untuk mengungkapakan kebutuhan-kebutuhan,motivasi,dan potensi-potensi
yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk
mengapresikan ketiga hal tesrsebut.
Kesimpulan
yang dapat diambil mengenai pengertian konseling adalah kontak atau hubungan timbal balik antara dua
orang (konselor dan klien) untuk menangani masalah klien, yang didukung oleh
keahlian dan dalam suasana yang laras dan integrasi, berdasarkan norma-norma
yang berlaku untuk tujuan yang berguna bagi klien (siswa).jadi BK adalah proses
bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada
individu (konseli) melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik
antara keduanya, agar konseli memiliki kemampuan atau kecakapan melihat dan
menemukan masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri.
B.
Tujuan Bimbingan Dan Konseling (BK)
Bimbingan
dan konseling merupakan pelayanan bantuan untuk siswa baik individu/kelompok
agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial,
belajar, karier; melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas
dasar norma-norma yang berlaku. Tujuan bimbingan dan konseling, yaitu untuk
membantu memandirikan siswa dalam mengembangkan potensi-potensi mereka secara
optimal.
Sudrajat
(2008) menyatakan bahwa pelayanan BK di sekolah diarahkan pada ketercapaian
tujuan pendidikan dan tujuan pelaksanaan konseling. Sebagai salah satu lembaga
pendidikan, sekolah membutuhkan pelayanan BK dalam penyelenggaraan dan
peningkatan kondisi kehidupan di sekolah demi tercapainya tujuan pendidikan
yang berjalan seiring dengan visi profesi konseling, yaitu terwujudnya
kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan
dalam memberikan dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar individu
berkembang secara optimal, mandiri, dan bahagia.
Kemudian
Winkle (2005:32) mengemukakan bahwa tujuan pelayanan BK yaitu supaya
orang-perorangan atau kelompok orang yang dilayani menjadi mampu menghadapi
tugas perkembangan hidupnya secara sadar dan bebas mewujudkan kesadaran dan
kebebasan itu dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana serta mengambil
beraneka tindakan penyesuaian diri secara memadai.
Secara
Umum, Ada 5 tujuan yang akan di capai siswa dengan usaha bimbingan dan
konseling di sekolah:
1.
Untuk mengenal diri sendiri dan lingkungannya:
dengan mengenal diri sendiri dan lingkungannya, diharapkan siswa dapat melihat
hubungan dan kemungkinan yang tersedia serta memperkirakan apa yang dapat
mereka capai sesuai dengan diri mereka sendiri. Dengan kata lain mereka mampu
untuk mengenal kelebihan dan kekurangan mereka.
2.
Untuk dapat menerima diri sendiri dan
lingkungan secara positif dan dinamis: maksudnya mereka dapat menerima
keterbatasan yang mereka miliki, dengan mengenal keterbatasan diharapkan mereka
mampu menerima apa yang ada atau apa adanya yang terdapat pada diri mereka
secara positif dan dinamis.
3.
Untuk dapat mengambil keputusan sendiri tentang
berbagai hal :kenyataan menunjukan bahwa seseorang yang dapat menentukan
sendiri dari suatu hal tanpa dipaksa oleh pihak lain, akan memberikan kepuasan
tersendirimbagi dirinya sendiri
4.
Untuk dapat mengarahkan diri sendiri :sejalan
dengan tujuan sebelumnya, bimbingan dan konseling menginginkan agar pada
akhirnya siswa mampu mengarahkan diri mereka sendiri yang di dasarkan pada
keputusan yang mereka ambil sesuai dengan apa yang ada pada diri mereka.
5.
Untuk dapat mewujudkan diri sendiri:dengan
pengenalan diri dan lingkungan, mengambil keputusan sendiri, dan dengan
mengarahkan diri sendiri, akirnya di harapkan siswa dapat mewujudkan dirinya
sendiri.
Secara
khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu konseli agar dapat
mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial,
belajar (akademik), dan karir :
- Tujuan
bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseli
adalah:
1)
Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan
nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam
kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, Sekolah/Madrasah,
tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya.
2)
Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama
lain, dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya
masing-masing.
3)
Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang
bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak
menyenangkan (musibah), serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai
dengan ajaran agama yang dianut.
4)
Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara
objektif dan konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan;
baik fisik maupun psikis.
5)
Memiliki sikap positif atau respek terhadap
diri sendiri dan orang lain.
6)
Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan
secara sehat
7)
Bersikap respek terhadap orang lain,
menghormati atau menghargai orang lain, tidak melecehkan martabat atau harga
dirinya.
8)
Memiliki rasa tanggung jawab, yang diwujudkan
dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya.
9)
Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship),
yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau
silaturahim dengan sesama manusia.
10)
Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik
(masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain.
11)
Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan
secara efektif.
- Tujuan
bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar)
adalah :
1)
Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam
aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses
belajar yang dialaminya.
2)
Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang
positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai
perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar
yang diprogramkan.
3)
Memiliki motif yang tinggi untuk belajar
sepanjang hayat.Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti
keterampilan membaca buku, mengggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan
mempersiapkan diri menghadapi ujian.
4)
Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan
dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan
tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan
berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan
wawasan yang lebih luas.
5)
Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk
menghadapi ujian.
- Tujuan
bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah
1)
Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan
kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.
2)
Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan
informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir.
3)
Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja.
Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri,
asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan norma agama.
4)
Memahami relevansi kompetensi belajar
(kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan
bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan.
5)
Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas
karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang
dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan
kesejahteraan kerja.
6)
Memiliki kemampuan merencanakan masa depan,
yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang
sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.
7)
Dapat membentuk pola-pola karir, yaitu
kecenderungan arah karir. Apabila seorang konseli bercita-cita menjadi seorang
guru, maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan
yang relevan dengan karir keguruan tersebut.
8)
Mengenal keterampilan, kemampuan dan minat.
Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan
dan minat yang dimiliki. Oleh karena itu, maka setiap orang perlu memahami kemampuan
dan minatnya, dalam bidang pekerjaan apa dia mampu, dan apakah dia berminat
terhadap pekerjaan tersebut.
9)
Memiliki kemampuan atau kematangan untuk
mengambil keputusan karir.
C.
Arah
Pelayanan Bimbingan dan Konseling
Di sebuah sekolah, BK
bukanlah menjadi pendidikan yang terlalu formal sebab BK selalu terkait dengan
pendidikan pada psikis siswa. Di sekolah terdapat beberapa pelayanan yang
menargetkan beberapa hal di setiap pelayanannya. Berikut ini arah pelayanan
dari bimbingan dan konseling di sekolah.
a. Pelayanan
Dasar
Pelayanan dasar merupakan
pelayanan yang mengarah pada kebutuhan elementer siswa. Oleh karena itu, arah
dari pelayanan dasar ialah terpenuhinya kebutuhan siswa seperti kebutuhan
makan, minum, udara segar, dan kesehatan serta kebutuhan hubungan sosial dan
emosional. Pihak yang paling berperan dominan dalam kebutuhan dasar antara lain
dari orang tua, guru, teman, serta orang-orang terdekat. Proses pelayanan BK
akan terjadi secara tidak langsung dan mendorong berbagai pihak agar dapat berperan
secara optimal.
b. Pelayanan
Pengembangan
Pelayana pengembangan
merupakan pelayanan yang membantu dalam mengembangkan potensi peserta didik
sesuai dengan tahap-tahap dan tugas-tugas perkembangannya. Apabila siswa
menjalani pelayanan pengembangan dengan baik maka siswa akan dapat memperoleh
penyaluran bagi pengembangan potensi yang dimiliki secara optimal, serta
menatap masa depan yang cerah.
c. Pelayanan
Terapeutik
Pelayanan terapeutik merupakan pelayanan yang menangani
permasalahan yang disebabkan oleh gangguan terhadap pelayanan dasar dan pelayanan
pengembangan, serta pelayanan peminatan. Permasalahan yang dihadapi oleh siswa
biasanya berkaita dengan kehidupan pribadi, sosial, keluarga, kegiatan belajar,
dan karir. Dalam penanganannya, siswa akan mendapat konsultasi yang berkaitan
dengan pelayanan yang dipermasalahkan.
d. Pelayanan
Arah Peminatan (Lintas Minat)
Pelayanan yang secara khusus tertuju pada minat peseta didik yang
sesuai dengan konstruk dan isi kurikulum yang ada. Arah peminatan ini terkait
dengan bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karir dengan menggunakan
segenap perangkat yang ada untuk mendukung pelayanan BK.
e. Pelayanan
Diperluas
Pelayanan diperluas
merupakan pelayanan yang menjadikan sisi luar siswa sebagai target dalam
pelaksanaannya. Pelayanan ini pada umumnya akan diterapkan pada satuan
pendidikan, seperti orang tua, personil sekolah, dan masyarakat.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Bimbingan dan
konseling merupakan suatu pelayanan yang sangat dan amat diperlukan dalam
proses pendidikan. Oleh sebab itu dalam pelaksanaannya tidak hanya bergantung
pada konselor atau guru BK saja, akan tetapi setiap guru yang mengajar juga
hatus diberi bekal dalam pelaksaan bimbingan dan konseling.
B. Saran
Betapa pentingnya pelayanan
bimbingan dan konseling, diharapkan guru BK dan guru pada umumnya dapat
melaksanakan setiap pelayanan dengan baik. Dengan pembekalan yang baik pula
agar pelayanan terhadap siswa dapat terasa lebih optimal dan kebutuhan yang dibutuhkan
oleh siswa dapat terpenuhi dengan tepat
KEPUSTAKAAN
Ahmad,Riska.2013.Dasar-dasar Bimbingan dan
Konseling.Padang :UNP Press
Hikmawati, Fenti. 2012. Bimbingan Konseling.
Jakarta : Rajawali Pers.
Prayitno,dan Erman Amti.2004.Dasar-dasar
Bimbingan dan Konseling..Jakarta : Rajagrafindo Persada
Syahril, Riska Ahmad. 1987. Pengantar Bimbingan dan Konseling. Padang:
Angkasa Raya.
Post a Comment