TIPS DAN TRIK SEDERHANA INGIN MENULIS CEPAT DAN LANCAR TANPA PUSING ATAU RIBET
Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi pengalaman tentang tips-tips sederhana dalam menulis. Menulis merupakan salah satu dari 4 keterampilan berbahasa yang wajib dimiliki. Menulis berada di tahap terakhir di mana pencapaian seseorang setelah menguasai tiga keterampilan sebelumnya.
Baiklah, langsung saja untuk Tips dan Trik Menulis Lancar.
1. Tanyakan pada diri sendiri untuk apa kita menulis.
Sebagai langkah awal, ini merupakan hal yang paling penting bagi seseorang sebelum melakukan berbagai hal. Menentukan alasan adalah hal yang wajib, karena seseorang harus menentukan maksud dan tujuannya dalam bertindak.
2. Tentukan motivasi diri
Ketika proses menulis berlangsung, pasti akan ada banyak rintangan yang menguji kesungguhan kita dalam menulis. Salah satu masalah terberat adalah rasa malas yang sering menghantui kita. Untuk itu, penting bagi kita menentukan motivasi diri yang berfungsi sebagai pagar diri dari hal-hal yang menyurutkan semangat kita ketika menulis. Sebagai contoh, ketika seseorang yang menulis sebuah cerita, kemudian di tengah cerita itu ia merasa buntu dan bosan sehingga membuat dirinya kehilangan konsentrasi dan akhirnya malas melanjutkan ceritanya. Ketika seseorang telah menentukan motivasinya dalam menulis, maka ia dapat menepis kejenuhan itu, seperti ia menulis karena ingin menjadikan tulisannya bermanfaat bagi semua orang. Lantas dengan motivasi itu ia tidak akan jadi berhenti menulis, sebab apa jadinya jika ia berhenti dan tulisannya tidak selesai, apakah yang tidak selesai itu bermanfaat? Cari motivasi yang bisa mengangkat kita dari kejenuhan.
3. Memperdalam pengetahuan tentang dunia menulis
Seorang penulis yang hebat adalah seorang pembaca yang hebat pula. Jika ingin menjadi penulis yang hebat, memperdalam pengetahuan tentang menulis dapat menunjang kita dalam melesatkan keterampilan menulis yang kita miliki. Ketika kita sudah mengetahui beberapa ilmu menulis, seperti kaidah berbahasa yang benar, penggunaan ejaan, dan lain-lainnya, akan membuat kita tidak lagi canggung terhadap dunia kepenulisan.Maka dari itu bekali dirimu dengan ilmu yang memadai.
4. Berlatih dengan tulisan yang dipahami
Setelah memahami segala unsur teori, maka agar teori itu berguna adalah dengan mempraktikkannya. Buatlah jadwal terstruktur untuk diri sendiri agar bisa meluangkan waktu dan menyempatkan diri untuk memulai sebuah tulisan. Sungguh realita yang sangat menyedihkan saat ini, ketika banyak orang yang mengaku ingin menjadi seorang penulis tapi ia malah tidak sempat bahkan tidak bisa meluangkan waktunya untuk menulis. Mulailah menulis dari hal-hal sederhana seperti buku harian, puisi sederhana, cerita-cerita yang dapat melatih kita menguasai kata-kata.
Jangan pernah ngaku ingin jadi penulis tapi masih belum memulai tulisanmu sendiri.
5. Tidak takut gagal, hanya terus menulis
Tulisanmu jelek? Puisi yang terlalu lebay? penulisan yang masih acak-acakkan? atau tidak PeDe dengan karyamu sendiri?
Tenang, itu hanya masalah kecil, seorang penulis yang telah besar namanya itu dulunya sama seperti kita yang masih pemula. Mereka berulang kali membuat cerita, namun mendapat kesan buruk dari orang lain, mereka berulang kali menulis tapi selalu ditolak penerbit.
Hal-hal itu adalah hal yang sangat sederhana dan yang perlu kita lakukan hanyalah terus mengembangkan ide dan terus menuliskan ide kita itu menjadi sebuah tulisan. Tidak perlu takut atau malu pada karya sendiri, sebab karya itu adalah jerih payah dan kerja keras kita.
Cukup tuliskan, tuliskan, tuliskan, tuliskan, dan tuliskan.
6. Temukan ide dengan masalah
Seorang pemula seperti saya, sering sekali menemukan kebuntuan ide ketika membuat sebuah naskah cerita. Ketika saya sudah setengah jalan dan tiba-tiba mentok dan bingung apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Nah, tips sederhana ketika saya sedang berada di posisi ini adalah dengan menenangkan pikiran sejenak agar ada ruang bernapas bagi otak yang sudah dipaksa bekerja. Ini sama halnya dengan komputer yang sudah terlalu banya mengolah aplikasi dan data, maka ia akan membutuhkan sebuah proses istirahat sejenak agar mampu mengolah aplikasi lainnya.
Untuk merelaksasikan otak, kalian bisa memanfaatkan apapun, seperti menonton film, mendengarkan musik, duduk di pantai atau taman kota, di mana saja yang memberikan ketenangan di pikiranmu.
7. Ikutilah dengan senang hati kelas-kelas menulis baik online atau offline
Sebagai makhluk sosial, kita pasti membutuhkan orang lain untuk mencapai tujuan kita, maka cobalah untuk bergabung dengan komunitas-komunitas yang menunjang keterampilan kita dalam menulis. Di Indonesia, ada banyak lembaga yang menyediakan kelas menulis baik yang berbayar atau yang tidak.
Baik temen-temen itu tadi beberapa pengalaman saya ketika aktif di dunia menulis. Masih ada banyak hal yang masih tidak saya ketahui, oleh karena itu mari kita saling berbagi pengalaman untuk mau bersama dalam memperbaiki budaya literasi di negara kita yang tercinta ini. Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf karena banyak kekurangan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Berlatih dengan tulisan yang dipahami
Setelah memahami segala unsur teori, maka agar teori itu berguna adalah dengan mempraktikkannya. Buatlah jadwal terstruktur untuk diri sendiri agar bisa meluangkan waktu dan menyempatkan diri untuk memulai sebuah tulisan. Sungguh realita yang sangat menyedihkan saat ini, ketika banyak orang yang mengaku ingin menjadi seorang penulis tapi ia malah tidak sempat bahkan tidak bisa meluangkan waktunya untuk menulis. Mulailah menulis dari hal-hal sederhana seperti buku harian, puisi sederhana, cerita-cerita yang dapat melatih kita menguasai kata-kata.
Jangan pernah ngaku ingin jadi penulis tapi masih belum memulai tulisanmu sendiri.
5. Tidak takut gagal, hanya terus menulis
Tulisanmu jelek? Puisi yang terlalu lebay? penulisan yang masih acak-acakkan? atau tidak PeDe dengan karyamu sendiri?
Tenang, itu hanya masalah kecil, seorang penulis yang telah besar namanya itu dulunya sama seperti kita yang masih pemula. Mereka berulang kali membuat cerita, namun mendapat kesan buruk dari orang lain, mereka berulang kali menulis tapi selalu ditolak penerbit.
Hal-hal itu adalah hal yang sangat sederhana dan yang perlu kita lakukan hanyalah terus mengembangkan ide dan terus menuliskan ide kita itu menjadi sebuah tulisan. Tidak perlu takut atau malu pada karya sendiri, sebab karya itu adalah jerih payah dan kerja keras kita.
Cukup tuliskan, tuliskan, tuliskan, tuliskan, dan tuliskan.
6. Temukan ide dengan masalah
Seorang pemula seperti saya, sering sekali menemukan kebuntuan ide ketika membuat sebuah naskah cerita. Ketika saya sudah setengah jalan dan tiba-tiba mentok dan bingung apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Nah, tips sederhana ketika saya sedang berada di posisi ini adalah dengan menenangkan pikiran sejenak agar ada ruang bernapas bagi otak yang sudah dipaksa bekerja. Ini sama halnya dengan komputer yang sudah terlalu banya mengolah aplikasi dan data, maka ia akan membutuhkan sebuah proses istirahat sejenak agar mampu mengolah aplikasi lainnya.
Untuk merelaksasikan otak, kalian bisa memanfaatkan apapun, seperti menonton film, mendengarkan musik, duduk di pantai atau taman kota, di mana saja yang memberikan ketenangan di pikiranmu.
7. Ikutilah dengan senang hati kelas-kelas menulis baik online atau offline
Sebagai makhluk sosial, kita pasti membutuhkan orang lain untuk mencapai tujuan kita, maka cobalah untuk bergabung dengan komunitas-komunitas yang menunjang keterampilan kita dalam menulis. Di Indonesia, ada banyak lembaga yang menyediakan kelas menulis baik yang berbayar atau yang tidak.
Baik temen-temen itu tadi beberapa pengalaman saya ketika aktif di dunia menulis. Masih ada banyak hal yang masih tidak saya ketahui, oleh karena itu mari kita saling berbagi pengalaman untuk mau bersama dalam memperbaiki budaya literasi di negara kita yang tercinta ini. Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf karena banyak kekurangan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Post a Comment